oleh: Satrya
Aku jatuh hati pada Bulan
Yang tak pernah kulihat rupanya
Aku adalah Matahari
Aku jatuh hati pada Bulan
Kuberikan sinar untuk meneranginya
Aku adalah Matahari
Aku jatuh hati pada Bulan
Berbagi memori bersamanya
Aku adalah Matahari
Aku jatuh hati pada Bulan
Kubiarkan teman kecilku berkeliling menjaganya
Aku adalah Matahari
Namun, saat aku bertatapan dengan Bulan
Cahayaku justru lenyap
Hilang dirampasnya
Semua menjadi hitam
Tak tampak sesosok pun
Aku ragu, rasa ini ‘kan berbalas
Bulan seperti acuh
Tak tahu keberadaanku
Sombong betul!
Padahal aku di sini menunggu
Aku adalah Matahari
Yang jatuh hati pada Bulan
Yang terus bersembunyi dariku
Aku adalah Matahari
Yang jatuh hati pada Bulan
Yang selalu melenyapkan anganku
Kubiarkan Bulan mencuri mahkotaku,
dan memamerkannya pada Bumi
Kubiarkan manusia memujanya,
dan menghujatku karena hangatku
Kubiarkan ia mendongakkan kepalanya,
dan tak mengakui keberadaanku
Aku tetaplah Matahari
Yang jatuh hati pada Bulan
Aku mencintai Bulan
Walaupun ia mungkin tidak tahu
Bulan adalah Matahariku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
hell yeah,dont be desperado,
BalasHapusmatahari pasti menemui bulan dalam siklus hidupnya,,dan bulan juga menanti waktu bersama matahari yg cuma sesaat itu...
be happy u have that much love
ya, sudah kusebutkan:
BalasHapussaat Aku bertatapan dengan Bulan...,
...saat itu menjadi hitam,
tak tampak sesosok pun...
kalau kamu masih meragu dalam pikiranmu,
kan kautemukan jawabnya di dalam gelap
karena saat Aku bertemu dengan Bulan
matamu pun enggan menatapKu...
ummm. satryaaaa..
BalasHapuspinter ilmu alam ya??
hehehe
kpikiran bgd buat masukin proses terjadinya gerhana dengan bahasa puitis. hihihi..
karena aku adalah Matahari
BalasHapusyang mencintai Bulan
dengan sepenuh hati
tanpa pernah bisa bersamanya...