oleh: Agatha
Bagaikan anak-anak
riang bermimpi akan menaiki
kereta bercerobong asap
melaju kencang
merasakan angin menerpa wajah
sangat mendebarkan
Tadinya sangat mendebarkan
Semakin cepat aku melaju
Semakin menegangkan dan mengasyikkan
Namun kusadari kini
Panorama indah pada tiap bingkai jendela
hanya berupa garis-garis kecepatan
Aku takkan pernah tahu
Apa yang ada di bawah tiap pohon
di balik tiap tembok gedung
tiap monumen kota
Kini aku tak bisa berhenti
Loncat keluar dari kereta ini berarti mati
Hancur oleh kecepatan yang membunuh
Ya Tuhan, aku harus ikuti
Menjadi satu dengan relativitas
Menikmati kehampaan dan kehilangan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar