15 November 2008

Naik Kereta Api... Tut tut tut..

oleh: Agatha


Bagaikan anak-anak
riang bermimpi akan menaiki
kereta bercerobong asap
melaju kencang
merasakan angin menerpa wajah
sangat mendebarkan

Tadinya sangat mendebarkan
Semakin cepat aku melaju
Semakin menegangkan dan mengasyikkan
Namun kusadari kini

Panorama indah pada tiap bingkai jendela
hanya berupa garis-garis kecepatan
Aku takkan pernah tahu
Apa yang ada di bawah tiap pohon
di balik tiap tembok gedung
tiap monumen kota

Kini aku tak bisa berhenti
Loncat keluar dari kereta ini berarti mati
Hancur oleh kecepatan yang membunuh
Ya Tuhan, aku harus ikuti
Menjadi satu dengan relativitas
Menikmati kehampaan dan kehilangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar