16 November 2008

Purnama

oleh: Dinding


Matahari telah menghilang ditelan sang barat
kelabu gelap merayap selimuti langkahmu
bersama malam kau lihat Aku datang
dan juga Bintang-Bintang bersamaku
meski tak panas menghangatkan layaknya Matahari
Aku buatmu nyaman dalam sejuk
walau tak secerah sinar Matahari
Aku mencoba menerangi langkahmu dalam gelap
adapun Ku tak sebesar semegah Matahari
Aku kan buatmu aman dari malam

15 November 2008

Naik Kereta Api... Tut tut tut..

oleh: Agatha


Bagaikan anak-anak
riang bermimpi akan menaiki
kereta bercerobong asap
melaju kencang
merasakan angin menerpa wajah
sangat mendebarkan

Tadinya sangat mendebarkan
Semakin cepat aku melaju
Semakin menegangkan dan mengasyikkan
Namun kusadari kini

Panorama indah pada tiap bingkai jendela
hanya berupa garis-garis kecepatan
Aku takkan pernah tahu
Apa yang ada di bawah tiap pohon
di balik tiap tembok gedung
tiap monumen kota

Kini aku tak bisa berhenti
Loncat keluar dari kereta ini berarti mati
Hancur oleh kecepatan yang membunuh
Ya Tuhan, aku harus ikuti
Menjadi satu dengan relativitas
Menikmati kehampaan dan kehilangan

14 November 2008

Sesiang Bolong di Atas Nisan dengan Tulisan: DO NOT R.I.P

oleh: Aisle


Dunia berputar-putar
Dalam satu rol film
Rusak dan jamuran

Sekelilingku berlari-lari
Pelik menanti hari,
Bukan nadir diri

Aku lelah, mata ngantuk
Berkunang-kunang
Perjuangan yang berat belum saja kulalui
Tapi mengeluh

Rol film rusak berhenti,
Saatnya aku kembali
Pada gulungan rusak
Kehidupan kocak

Menanti doa agar dapat beristirahat dengan tenang...

13 November 2008

Binar-Binar

oleh: Satrya


malam
bulan itu tersenyum,

aku malu..
mengintip di balik mata
berharap ia tahu
aku juga tersenyum,

untuknya

12 November 2008

Selalu Kedai Kopimu

oleh: Aisle


Selalu menjadi kedai kopi,
Walau tamuku sangat jarang
Hanya satu dalam satu kesempatan
Tak ada lonceng di depan pintu

Tiba-tiba saja sudah ada tamu untuk disuguhi..
Terkadang ada yang memanggil kembali..
Selalu saja hanya menjadi kedai kopi
Bagi pengembara yang kelelahan
Mencari rumah untuknya nanti berdiam

Kedai kopi ini berpikir untuk tutup saja
Hijrah, mencari rasa baru
Menjadi bagian dari para pengembara
Yang justru berhenti di salah satu kedai kopi lain
Atau menemanimu berjalan

Sampai kau menemukan rumah untukmu...
Setidaknya memastikan kau baik-baik saja
Dan, jika aku bukan bagian dari rumahmu
Aku jadi tetanggamu

Bukan maksud menghantui
Tapi memastikan dirimu baik2 saja..

Oh…
Tuan pengembara,
Berapa lama lagi kau biarkan kedai kopimu terombang ambing
Memang kami terdiri dari kayu
Oleh karenanya kami mudah terhanyut
Semakin lama kau biarkan,
Tidak kau tambat di pantaimu yang rupawan
Kami menjauh
Dan pergi,
Tahu-tahu
Kami sudah tak disini lagi
Aku dan kedai kopiku yang kau ombang-ambingkan

11 November 2008

Keluh Lelah

oleh: Satrya


Aku dikutuk!!
Dengan kata-kata
Bibirku bagai pisau
Yang tajam menyayat hati
Lidah ini seperti racun
Yang membuat semua jadi layu
Jadi menuju mati

10 November 2008

Aku Ingin Sesuka Hati

oleh: Aisle


Aku ingin berhenti..
Aku ingin sesuka hati..
Aku lelah...

Juga jemari
Menekan tuts-tuts piano
Tanpa senar
Ingin berhenti
Ingin sesuka hati
Jemari lelah

Ingin tersenyum
Ingin tertawa
Ingin joker!