04 November 2008

Zirbad (negeri bawah angin)

oleh: Pasudayantri


Gemulir air berdecak menggulir kuyup
Bisikan angin melambai kalbu
Riuh ombak basahi kagum

Bertanya pada bunda,
Apa arti segala kesejukan ini
Yang membasuhku dengan hangat dan penuh kasih

Mencinta aku akan keberadaanku
Menikmati segala rahasia keragaman

Kelembutan dari barat
Misteri dari selatan
Kesejukan dari timur
Kecantikan dari utara

Ingin rasanya memamerkan pada seluruh dunia
Fiktif?
Bukan! Inilah nyatanya
Di sinilah adanya

Hingga tiba Dia guyurkan usrek
Kebesaran datang dengan velositas yang tidak masuk akal
Meruntuhkan setaka anugerah keindahan

Sekelebat semua jatuh
Sekelebat semua hancur
Sekelebat semua musnah!

Mungkinkah ini suatu ancaman
Atau suatu peringatan?
Bagi mereka, para zindik
Yang menikmati keindahan sebuah tabu
Bagai xifoid yang menusuk dalam

Aku yakin semua akan kembali
Sebab hal itu sudah ada saat Olanda berkuasa

Raga akan mengangkat lengan
Membangun kembali satu demi satu
Menghadirkan yang telah lenyap
Menumbuhkan kenyamanan jiwa
Segalanya!

Ramah...
Tamah...
Sopan...
Santun...

Kembali decakkan air itu
Bisikkan sepoi angin damai
Riuhkan debur hempasan ombak
Negeri di bawah angin
Nusantaraku

3 komentar:

  1. Merupa darah,
    Kuhaturkan sujud sembah.

    Rebahkan dunia dalam kenikmatan.

    BalasHapus
  2. woo, banyak kosakata yang baru saya dengar, dan tak tahu artinya, bisa bantu saya, Pasudayantri?

    zirbad?negeri bawah angin itu artinya bukan ya? hehe
    terus usrek? apa itu bahasa jawa?bukan ya,,,
    xifoid, zindik (budak bukan?)

    makasih kosakatanya!! senang! ^^

    BalasHapus
  3. weleh, weleh,
    thank you semuanya

    Ipul:
    benar-benar menggungah!

    burungmini:
    harus diartikan semuakah?
    zirbad = ya, itulah arti yang mengikutinya
    usrek = sudah tak lagi dikuasai kaummu itu
    xifoid = bagai ujung pedang yang tajam yang mampu mengiris hatimu dalam sekejap
    zindik = merekalah yang mendustakan Tuhanmu, Sayang

    bagaimana? masih ada lagikah?
    maafkan hati bila kata-kataku melelahkanmu

    BalasHapus