17 November 2008

Benci Benci

oleh: Sendari


Kekesalanku meluap-luap. Darah mendidih menggelegak. Mataku panas, gigi-gigi beradu, tak mampu lagi menahan lidah untuk tidak mengumpat.
Ingin kucacah lelaki itu,
kupotong-potong lalu dagingnya kulempar jadi makanan babi,
tulangnya aku lempar ke kumpulan anjing kampung di pojok sana.
Lidahnya kupotong dulu, biar kesakitan dia.

Atau kalau aku berbaik hati, jangan disiksa seperti itu. Biarlah dia menghilang saja dari dunia. Duniaku paling tidak, bagaimana pun caranya. Itu akan jadi hadiah terindah di pagi hariku yang cerah esok.
Beri aku pelajaran santet, guna-guna, tenung, kutuk, atau hal-hal magis khas Indonesia lainnya, ingin kukirim yang seburuk-buruknya.
Kuharap tak ada yang mencintainya, kumohon ibunya sudah tiada.
Kuharap dia manusia mufrad, sakitnya tak akan jadi lara siapa-siapa.
…
Apa sebesar itu bencimu?
untukku..

(menatap kosong berjam-jam, berintrospeksi)

13 komentar:

  1. wah, sepertinya benci sekali ya, sendari..
    menurut kalian si laki-laki itu berbuat apa ya?

    ..pemerkosaan.. hahaha!!

    any other thoughts?

    BalasHapus
  2. ahahaha..kalo gak gitu,,
    uhm..berarticowoknya bawa kabur duit 250 trilyun rupiah..
    hohoho..

    BalasHapus
  3. ketik reg santet
    untuk tips-tips membalas dendam...

    BalasHapus
  4. reg santet

    ditunggu jawabannya ya mbaah...
    hehe...

    BalasHapus
  5. Ini siapa yg nulis, ya?

    Kalo ga psikopat, pasti homo...

    Setau gw, yang suka mencincang daging laki2 dan cukup intelek untuk menulis di blog cuma dua golongan itu...

    Hahah, piss dulu ah

    BalasHapus
  6. hihi..saya bukan dua-duanya kok.., cuma benci yang mendalam saja..^^

    BalasHapus
  7. Kau tahu rasanya dipotong tubuhmu?
    dicongkel tulangmu?
    dicacah lidah mu?

    terbayangkan..

    tapi kau tahu rasanya memotong manusia?
    mencongkel tulang nya?
    mengiris lidah nya?

    tak terpikirkan..

    dia yang kau benci
    jangan membuatmu tersiksa lebih
    oleh perasaan itu
    perasaan setelah menyakiti..

    BalasHapus
  8. bagaimana dengan perasaan senang ketika memikirkannya tersiksa?

    sungguh, tulisan ini adalah instropeksi yang mendalam.

    lega rasanya setelah menulis.

    BalasHapus
  9. ralat : introspeksi, ^^

    BalasHapus
  10. ah lelaki..adakalanya mereka berbicara menggunakan bahasa yang berbeda dengan perempuan.

    sendari: apa kabar
    lelaki:flhksxzzxxv
    sendari:!!*&^!!!!

    nikmati saja hari-mu nak,,,
    nanti ketemu yang baru..hehehehe.amin!

    BalasHapus
  11. http://dindingdingin.blogspot.com/

    BalasHapus
  12. setelah sekian lama, baru baca komentar teman2 lagi..
    ini bukan hubungan pria-wanita seperti itu,,
    dan sekarang rasa benci sudah mulai terkikis,,

    BalasHapus