29 November 2008

Mega Merah Cerah

oleh: Pasudayantri


Aku pikir ada apa
Langit merah
Seperti marah!
Seperti menghujamku
Dengan api-api kecemburuan
Dengan bodohnya,
Aku tersenyum-senyum saja
Tak mengerti apa-apa
Tapi mengapa hari ini langit berbeda?
Aku melangkah lambat-lambat
Mencari tahu
Hingga aku melihatnya
Gumpalan awan merah yang cantik
Melatari siluet gunung nan agung
Sungguh cantik!!
Subhanallah..
Ternyata langit sedang mabuk
Mabuk asmara!

Kalau begitu,
Mungkin hatiku juga merah...


-mencoba menulis sajak cinta

27 November 2008

Peringatan untuk Diri Sendiri

oleh: Kucing Liar


Aku dan kawan-kawanku bukanlah generasi yang dilahirkan untuk mewarisi kemapanan

Tanah dan waktu kami berpijak sekarang tidak memiliki kemapanan yang patut dipertahankan

Kemapanan ekonomi? Masih banyak rakyat yang tidak mampu makan tiga kali sehari

Kemapanan politik? Politik masih dilumuri kepentingan kotor para praktisi

Kemapanan sosial budaya? Sosial budaya kita tengah kehilangan jati diri

Kemapanan IPTEK? IPTEK kita berkiblat pada kapitalis industri

Kawan, kita tidak dilahirkan untuk meneruskan

Kita lahir untuk menjadi pionir

Kita lahir untuk membuat gebrakan

KITA ADALAH GENERASI PEMBERONTAK!!!

26 November 2008

Putih

oleh: Dinding



.
















maafkan aku putih,


menitikkan noda di helaimu
tapi aku penasaran
manusiawi bukan?
maaf noda ini semakin banyak
tapi maksudku ingin menjelaskan
agar tidak ada salah paham
nampaknya aku sudah keterlaluan
tapi yang penting kamu tahu
aku hitam
bisa tampak jelas karenamu


terimakasih putih.

25 November 2008

Payah

oleh: Kamaratih


aku benci ini semua

puisi

begitu konyol
larik-larik macam apa?
tidak berujung
berputar-putar
buang-buang waktu saja

lalu yang ini

pujangga

mengaku romantis
padahal bertele-tele
bilang cinta
jadinya alam semesta
haloo.. apa intinya?

tidak kalah pula

anda

merengek-rengek
melankolis
ikut-ikutan merangkai kata
sok puitis
sok penyair

cih, lebih baik tidur cepat sana!

24 November 2008

Hujan

oleh: everybody is someone

..........
.............
...................
roda-roda waktu berjalan melambat oleh karat
tiap orang bergerak dalam ketukan empat per empat
Melunakkan hatimu seperti ia melunakkan tanah
segala dosa mempermainkan keelastisan waktu termaafkan
seakan, alam meminta kamu untuk istirahat sejenak
merenung..
betulkah?
apakah setengah tahun yang lalu, kehidupan dipenuhi emosi yang meledak-ledak?
mengejar, berlari, menghantam, berteriak, menuduh, memaksa, menampar, membentak, menghentak...
benarkah, dibutuhkan alam untuk menegurmu.
agar kamu terus belajar
....melalui hujan?
mungkin..
setidaknya untukku...
dan hujan terus menjatuhkan dirinya ke bumi
dalam suara yang merdu
............
....................
.......................

23 November 2008

4 1/2 Laki Laki

oleh: Kucing Liar

Seorang lelaki datang dan berteriak lantang
Berdiri di atas dua kaki, mengepalkan tangan tinggi-tinggi
Hati telah menetapkan jalan, raga siap menghantam lawan
Menerobos dengan berani apapun yang menghalangi mimpi

Lelaki lain datang mengunjungi, apa yang membuatnya sakit hati
Hati merendah, persetan dengan semua fitnah
Tidak ada sepeser imbalan, untuk kewajiban yang tidak harus dilakukan
Hanya niat yang tulus, demi kebaikan para penerus

Lelaki lain lagi pergi, meninggalkan tanah yang dicintai
Nyawa diujung tanduk, bayaran atas perlawanan yang berkecamuk
Berlayar dari Ranah Minang, merelakan buah cinta tersayang
Karena tahu dengan pasti, cinta tidak pernah memiliki

Lelaki terakhir, berdamai dengan takdir
Mata tidak pernah mengalirkan air, senyum tidak pernah terhapus dari bibir
Cobaan datang untuk melumat, tangan menyambut dengan hangat
Baginya orang-orang yang berharga, tidak boleh ikut menderita

Lelaki pecundang, hidup di antara empat pejuang
Dua diantaranya mengalir dalam raga, dua sisanya berperang di depan mata
Lelaki menyedihkan di tengah segala kenyamanan
Tidak pernah percaya, dirinya cukup kuat untuk menghadapi dunia

21 November 2008

Aku Purnama

oleh : Dinding


Aku purnama

Bagian dari serpihan hatimu,
Matahari

Bagian dari memori indahmu,
Matahari

Bagian dari yang kau bilang mengambil sinarmu,
Matahari

Bagian dari yang kau jaga,
Matahari

Saat kau tatap aku
Bukan ku tak acuh,
Bukan ku tak tahu ada mu,

Tapi aku ingin
Melindungi dia
Menutup mata dia
Sekali saja
Darimu

Kau boleh membenci aku,
Aku pun membencimu matahari !
Karena kaulah yang dia pinta,
Bukan aku !
Mungkin ini egoku,
Tapi aku kasih padanya

Mahkotamu tak pernah kucuri
Aku tak pernah pantas memakainya !
Hanya saja,
Kupinjam setitik cahayamu pada malam hari
Untuk dia

Aku tak pernah dipuja sepertimu!
Menjadi tuhan atau dewa
Adapun yang memujaku
Hanya untuk merayu

Hangatmu membelai dia,
Aku takkan bisa !
Cerahmu menyinarinya,
Aku takkan mampu !

Pernah kudongkakkan kepalaku?
Sebagai sahaya yang tak berdaya!

Aku bukanlah untukmu
Matahari
Kau tak butuh aku !

Aku ada untuknya,
Bukan bumi,
Tapi dia, dia yang membutuhkanku
Karena aku ada
Ketika dia butuh
Dan aku ada
Untuk melindunginya
Slalu.