oleh: Dinding
Matahari telah menghilang ditelan sang barat
kelabu gelap merayap selimuti langkahmu
bersama malam kau lihat Aku datang
dan juga Bintang-Bintang bersamaku
meski tak panas menghangatkan layaknya Matahari
Aku buatmu nyaman dalam sejuk
walau tak secerah sinar Matahari
Aku mencoba menerangi langkahmu dalam gelap
adapun Ku tak sebesar semegah Matahari
Aku kan buatmu aman dari malam
16 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
matahari datang setiap hari, tapi bulan bisa mati bukan?
BalasHapus(hehe,,gak penting ya komen gw..ahaha)
burungmini itu aku..,
redha
Apa yang membuatmu berpikir bahwa aku perlu perlindungan dari malam?
BalasHapusAnggun gulita yang membentang di angkasa nan legam?
Atau sejuk embun yang berhembus dari mega yang kelam?
Oh, mungkin lolongan merdu dari kejauhan si anjing hitam?
Kawan, malam tidak pernah berbahaya, sebagaimana siang tidak pernah gulita
Rinding kudukmu hanya tertuju pada imajinasi maya, buah dari pemahaman yang terpedaya
Malam adalah keadilan, sebagaimana siang adalah perjuangan
Karena hanya dalam gelap, insan bisa tenang terlelap
Dan dalam penolakan terhadap indah mimpi, sang pecinta membuktikan ketulusan yang sejati
>> buat burung mini
BalasHapusPurnama bisa mati
tapi
dia pasti kembali
ketika tahu sang bumi menanti.
Meski tak semudah matahari
Meski sukar dirasa
Meski sebuah perjuangan
Meski berjuta penantian
untuk kembali lagi
untuk sempurna melindungi
tetap setia untuk mu
>> untuk Pussy
Siang-malam bukan dosa
tak ada pula kesalahan di keduanya
malam TAK PERNAH berbahaya?
menurut siapa.
siang TAK PERNAH gulita?
kenalkah kau pada gerhana.
Aku hanyalah Purnama
hidup pada kala ku
malamlah aku diharap
ufuk menyapa perlahan ku lenyap
meski enggan
matahari dahulu
menghangatkan
Mencerahkan
Megah menaungi
Kutahu itu adalah masa nya
dan kutahu sekarang
Tiba Waktu Ku..
hmm.. guys, sebaiknya kalo komen berpuisi gini dijadiin satu postingan aj.. okay??
BalasHapusthx yaah.. please, don't make the war of comments..
thx..
Yah, Mod, gapapa, deh...
BalasHapusSeru kan, adu puisi
Kayak orang betawi adu pantun gitu, lho...
Hehehe...
BTW, nama2 pena di sini bakal dikenalkan ga, sih?
Buat yg belom kenal Prankster McPuss, kunjungi http://www.prankstermcpuss.blogspot.com/
Numpang promosi, Mod.
Kalo ga boleh, diapus juga ga papa
Piss dulu ah
aku tak setuju
BalasHapussaudara m.o.r.f.o.s.i.s
rangkaian kata bukanlah untuk beradu emosi
rangkaian kata untuk lebih saling mengerti
aku sangat setuju
jika m.o.r.f.o.s.i.s
kita dalam berkata kata
dirangkai manis bak puisi
hayo, Anak-anak!!
BalasHapusdibaca lagi komennya dengan lebih bijak dan lebih cerdas serta lebih kreatif..
gak ada yang larang2 kok...
apalagi adu puisi..
gue juga setuju bgt tuh..!!
yang gw tawarkan gmn kl adu puisinya di posting aj..??
jadi bermanfaat.. sayang kan kalo emg bagus..
gmn? hanya sebuah penawaran lho...
okey2!
thx..
ahaha..yaudah biar aja..
BalasHapusemosinya lebih berasa kan klo spontan, klo harus ngepos lagi kan keburu emosinya menghilang..
gapapalah mod..
santai saja ;p